Selasa, 18 Maret 2014

prestasi saya:D

Jambi, 11/11 (ANTARA) - Salah satu atlet karate pelajar Jambi berhasil meraih medali perunggu pada kejuaraan nasional karate antar- Pusat Pendidikan Latihan Pelajar se-Indonesia di Manado, 6-10 November 2012.
Pelatih karate PPLP Jambi Asmi Junita di Jambi, Minggu, mengatakan, Cintya Auraria (13) atlet karate putri binaan PPLP Jambi berhasil menyabet medali perunggu pada Kejurnas antar-PPLP di Manado, Sulawesi Utara.
Di luar prediksi Cintya mampu berada di peringkat ketiga dan menyabet medali perunggu dinomor kata perorangan putri ajang yang mempertemukan para atlet karate dari 17 provinsi di Indonesia.
Menjadi tiga besar di Kejurnas yang diikuti oleh ratusan karateka nasional ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi keempat atlet pelajar Jambi tersebut.
"Saya bangga bisa dapat medali perunggu setelah berbersaing ditingakt nasional," kata Cintya karateka muda tersebut.
Cintya yang menggeluti olahraga beladiri asal negeri sakura ini sejak usia 10 tahun awalnya dilatih oleh pelatih karate Jambi Erwin yang juga menghantarkan karateka Jambi Erlando Stevano berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Raihan medali perunggu Cintya menjadi surprise bagi kontingen Jambi yang mengirimkan empat orang atlet dan tiga official ini.
"Pada ajang tersebut Jambi tidak mentargetkan untuk meraih medali dan ajang ini sebenarnya untuk ajang ujicoba bagi anak-anak," kata Asmi.
Ia mengaku kaget, meski tidak ditargetkan berprestasi di ajang Kejurnas kali ini, namun anak asuhnya ini mampu berprestasi dan ajang ini sebenarnya persiapan bagi atlet kita untuk menghadapi Pekan Olaharaga Nasional yang akan dilangsungkan tahun 2013 mendatang.
Asmi mengatakan, kemampuan karateka Jambi tak kalah mengkilap dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, ditambah lagi para atlet karate Jambi yang dikirim ke Kejurnas kemarin merupakan atlet muda yang masih mempunyai masa depan panjang untuk lebih ditingkatkan lagi kemampuannya.
"Kekurangan dari anak-anak kita yaitu jam terbang, kalau untuk kemampuan mereka tidak kalah, mereka masih muda dan masih banyak kesempatan," kata Asmi.
Pada Kejurnas karate PPLP di Manado kemarin Jambi mengirimkan empat atletnya, yaitu Johni Tri Agustian Kata Perorangan Putra tingkat SMP, Cintya Auraria Kata Perorangan Putri SMP, Mitra Trio Dona Kumite perorangan putra -55 kg putra, Rahma Tuzzahra kumite -48 kg putri SMA

sejarah shindoka

Sejarah Shitoryu Indonesia Karate-Do (SHINDOKA)


Shitoyru merupakan salah satu dari 4 aliran karate terbesar di dunia. Aliran karate berasal dari sebuah pulau di Jepang yang dikenal dengan nama Okinawan. Pendiri aliran ini adalah Kenwa Mabuni. Pusat Shitoryu sendiri berada di Jepang.
Aliran ini memadukan teknik keras dan lembut. Teknik keras menggunakan kuda-kuda yang panjang dan kokoh dengan pukulan yang mengandung speed dan power. Sedangkan teknik lembut menggunakan pernafasan dalam setiap gerakannya. Shitoryu memiliki jumlah KATA paling banyak diantara aliran karate lainnya. Dan dalam latihannya, ditekankan agar setiap karate-ka memiliki jiwa “Bushido” (ksatria) dan harus mampu mengendalikan emosinya.
Di era sekarang, karate lebih ditujukan ke arah olahraga dan prestasi. Dalam pertandingan karate terdapat 2 nomer yaitu Kata dan Kumite. Kata merupakan intisari dari karate itu sendiri, dimana didalamnya terdapat seni dan keindahan. Sementara kumite merupakan aplikasi dari Kata itu sendiri. Dalam nomer Kumite, World Karate Federation (WKF) yang merupakan induk organisasi karate sedunia, memberlakukan aturan yang sangat ketat. Hal itu bertujuan untuk menjaga keselamatan atlet, sehingga kontak fisik yang berlebihan bisa dihindarkan

Sabtu, 15 Maret 2014

MY CoAcH

My Coach

 

Erlando Stevano Peringkat 3 DuniaErlando Stevano karateka Jambi merebut Medali Perunggu bagi tim Indonesia pada kejuaraan dunia karate Shitoryu ke-7 (The 7th SHITORYU KARATE-DO WORLD CHAMPIONSHIPS) di Gedung Nippon Budokan, Tokyo, Jepang 12-16 September 2013.
Pelatih Karate Jambi Erwin mengatakan Edo meraih medali perunggu di nomor kata perorangan putra. "Edo berhasil menyumbangkan medali perunggu di kejuaraan tersebut. Ini merupakan prestasi yang membanggakan khususnya untuk Forki Jambi," katanya.
Perjalanan Edo meraih peringkat ketiga menurut Erwin yakni di babak penyisihan Edo menang 4-1 tanding dengan Raul Lopez atlet dari Venezuela. Di babak kedua Edo menang telak dari Powell Benyamin karateka asal Inggris dengan skor mencolok 5-0.
"Di Babak ketiga Edo juga berhasil mengatasi Tahara Yutaka dari Jepang dengan skor 4-1," katanya. Di babak semifinal Edo mesti mengakui keunggulan Motohashi Yoshide karateka Jepang dengan poin 2-3. Edo merupakan satu di antara atlet yang memperkuat tim nasional
Shitoryu pada kejuaraan yang diikuti oleh 57 negara ini.

antonio diaz

  ANTONIO DIAZ (1)

Di era dimana sport karate begitu digemari seperti sekarang, nama Antonio Diaz masuk dalam daftar selebritinya. Koleksi gelar juara Eropa, Amerika dan bahkan dunia yang terlalu banyak untuk ditulis disini sudah cukup membuktikan Diaz sebagai “top competitor.” Walaupun namanya sudah terkenal, Diaz tetap tampil rendah hati, sopan dan banyak tersenyum. Dia tidak segan melayani permintaan anak-anak muda yang sekedar ingin berfoto, tanda tangan atau bahkan meminta saran dan nasihat dalam karate.

Antonio Jose Diaz Fernandez lahir tanggal 12 Juni 1980 di Caracas, ibu kota Venezuela. Perkenalannya dengan karate sudah dimulai sejak usia dini yaitu 5 tahun. Diaz mempunyai latar belakang dan akar tradisi karate yang kuat karena ayah dan ibunya berprofesi serupa. Setiap pulang bekerja ayahnya menyempatkan diri berlatih karate dan Diaz selalu mengamatinya. Awalnya ayah Diaz tidak berniat mengajari anaknya karate. Namun ketika melihat sang anak meniru-niru gerakan karatenya, ayahnya lalu beinisiatif mengajarinya.

“Pada mulanya ayah hanya mengajariku bagaimana memukul dan menendang. Lalu dia mengajakku ke sebuah dojo yang beraliran Shotokan. Dengan begitu karate pertamaku sebenarnya adalah aliran Shotokan. Aku berlatih kira-kira hanya 5 bulan hingga Sensei-ku pindah. Teman-temanku lalu pergi ke dojo yang berbeda dan itu adalah dojo beraliran Shito-ryu.”

Di tahun 80-an karate di Venezuela sudah terbilang cukup mapan karena mendapat tempat di masyarakatnya. Saat itu ada tiga aliran yang sangat populer: Shito-ryu, Shotokan (keduanya sebagai yang terbesar) dan diikuti Goju-ryu. Namun begitu, Venezuela belum banyak berbicara dalam kompetisi level dunia. Barulah di tahun 2000 dan selanjutnya negara yang terletak di ujung utara Amerika Selatan ini mulai menampakkan kekuatannya. Ini tidak lepas dari keberhasilan Antonio Diaz dan Yohana Sanchez yang meraih gelar juara dunia.

Dan begitulah, tahun 1986 Diaz mulai bergabung dengan Shito-Kai yang dikepalai oleh Shoko Sato (saat ini pemimpin WSKF untuk wilayah Pan Amerika). Beberapa tahun kemudian Sato harus meninggalkan Venezuela, dan rekannya yang bernama Javier Mantilla lalu membuka dojo sendiri. Diaz lalu mengikuti Mantilla dan mendapatkan latihan yang intens terutama dalam dasar dan kata. Lewat Matilla pula Diaz akhirnya lebih banyak fokus dalam turnamen karate (terutama kata perorangan) di kemudian hari.

Dunia kompetisi karate dijajaki Diaz ketika usianya baru 9 tahun. Di masa anak-anak tubuh Diaz lumayan gemuk dan hal itu membuatnya tidak cukup lincah. Walaupun beberapa kali mengikuti kompetisi hasilnya tidak memuaskan karena Diaz tidak pernah menang.

“Ketika masih kecil aku sedikit gemuk dan tidak begitu atletis seperti anak-anak pada umumnya. Jika melihatku saat itu kau tidak akan berpikir, “Wow anak ini sungguh hebat!” Bahkan ibuku juga tidak pernah berkata demikian. Ketika kami pergi ke sebuah turnamen dan aku mendapat hasil buruk, dia akan berkata pada ayahku, “Sepertinya anak ini tidak berbakat di bidang ini.”

Hanya sedikit orang yang tahu jika di masa lalunya Diaz ternyata pernah berlaga dalam kumite. Hasilnya tidak begitu mengecewakan, karena Diaz yang waktu itu masih remaja berhasil meraih posisi ketiga kelas kadet di Pan American Championships. Raihan itu membuatnya lebih termotivasi untuk menambah jam terbangnya dalam kompetisi profesional. Meski begitu, anehnya Diaz tidak ingin melanjutkan keberhasilannya dalam kumite dan lebih memilih kata perorangan.

“Aku ingat ketika pertama kali berlaga di Eropa adalah ketika Paris Open. Disana aku berdiri bersama orang terkenal seperti Michael Milon (admin: atlet asal Perancis spesialis kata yang berhasil meraih 3 kali juara dunia & 10 kali juara Eropa) yang sebelumnya hanya kulihat lewat video. Benar-benar sebuah perasaan yang luar biasa. Disana aku berhasil meraih perunggu.”

Secara pribadi Diaz mengakui bahwa Milon adalah orang yang inspiratif baginya. Atlet beraliran Shotokan ini menjadi lawan yang ditakuti banyak kompetitor sejak tahun 1987 hingga 2000. Gerakannya terkenal bersih, cepat dan bertenaga. Setelah pensiun sebagai atlet, Milon menjadi pelatih tim nasional Perancis di tahun 2001. Mimpinya sebagai aktor dapat tercapai karena dikontrak membintangi sebuah film. Sayangnya Diaz tidak mampu lagi melihat aksi idolanya itu karena tanggal 13 Maret 2002 hidup Milon berakhir akibat overdosis kokain.

“Di video kulihat kompetisi dunia tahun 1992. Saat itu wakil Jepang tidak berhasil menjadi juara karena untuk pertama kalinya dikalahkan Spanyol. Berikutnya kulihat Milon dan aku begitu terkesan. Dia benar-benar merasakan dan sungguh masuk dalam gerakannya. Dengan melihat video dapat memberiku gambaran. Aku yakin suatu hari nanti akan pergi kesana.”

my idola

Profil Mikha Tambayong
 Mikha Tambayong


Nama Lengkap : Mikha Tambayong
Nama Panggilan: Mikha
Tempat Lahit : Jakarta,
Tanggal Lahir : 15 september 1994
Agama : Kristen
Hobi : music, movies, facebook, eating, sleeping, jokes, new friends, chocolate, ice cream
Musik Favorit : easy-listening songs

 Karier
  • Mikha memulai karier dengan menjadi finalis pada pemilihan GADIS Sampul tahun 2008 dan semakin dikenal melalui sinetron Kepompong. Tetapi sebelumnya artis juga pernah bermain di cookies SCTV :"Kacamata Mamamia".
Keluarga
  • Mikha adalah keponakan dari penyanyi Harvey Malaiholo.
Sinetron
  • Kepompong (2008/2009) (Sebagai Tasya)
  • Ulat Kepompong (2009)(Sebagai Tasya)
  • Kacamata Mama Mia (2008) (Sebagai Mia)
  • Kapten Kompleks (2010) (Sebagai Sinar)
  • Nada Cinta (2011) (Sebagai Nada dan Cinta)
  • Aishiteru (2011) (sebagai Tasya)
  • Kinara (2012) (sebagai Kinara)

Sabtu, 08 Maret 2014

Jumat, 07 Maret 2014

puisi sahabat


puisi~Aku ingin bersama selamanya

Ketika tunas ini tumbuh ,,
serupa tubuh yg mengakar...,
 setiap nafas yg terhembus adalah kata...
angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan...
Tangan kita terikat!!
 lidah kita menyatu!!!
maka setiap apa terucap adalah sbda pelita ratu,...
Ahhh, diluar itu pasirr ...
diluar itu debu,, hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada,,
tapi kita tetap menari,,, menari cuma kita yg tau.....
JiwA ini tandu maka duduk saja....
 maka akan kita bawa semua,,,,
Karena... kita... adalah...satu... :D

Kulari kehutan kemudian menyanyiku
Kulari kepantai kemudian teriakku
Sepi...sepi dan sendiri aku bencii!!
Ingin binaraku mau  di pasar !!
Bosan aku dengan penat, enyyah saja kau pekat!!
Seperti berjelaga jikaku sendiri,,
Pecahkan saja gelasnya biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh!
Ada malaikat menyulam jaring laba” belang  di tembok rata putihh
Kenapa tak goyagkan saja loncengnya biar terdera?
Apa aku harus lari kehutan atau ke pantai?