Ketika tunas ini tumbuh ,,
serupa tubuh yg mengakar...,
setiap nafas yg terhembus adalah
kata...
angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan...
Tangan kita terikat!!
lidah kita menyatu!!!
maka setiap apa terucap adalah sbda pelita ratu,...
Ahhh, diluar itu pasirr ...
diluar itu debu,, hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada,,
tapi kita tetap menari,,, menari cuma kita yg tau.....
JiwA ini tandu maka duduk saja....
maka akan kita bawa semua,,,,
Karena... kita... adalah...satu... :D
Kulari kehutan kemudian menyanyiku
Kulari kepantai kemudian teriakku
Sepi...sepi dan sendiri aku bencii!!
Ingin binaraku mau di pasar !!
Bosan aku dengan penat, enyyah saja kau pekat!!
Seperti berjelaga jikaku sendiri,,
Pecahkan saja gelasnya biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh!
Ada malaikat menyulam jaring laba” belang di tembok rata putihh
Kenapa tak goyagkan saja loncengnya biar terdera?
Apa aku harus lari kehutan atau ke pantai?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar